Rabu, 27 April 2011

WISATA PENDIDIKAN/EDUKASI DI BANDUNG


Bandung  merupakan salah satu tujuan wisata pendidikan di Indonesia . Melalui objek wisata pendidikan dapat  memperkenalkan kepada pelajar tentang sejarah dan budaya Indonesia maupun ilmu pengetahuan dan sains. Selain itu juga memperkenalkan alternatif tempat tujuan kelanjutan study, seperti Universitas dan akademi.
Berikut ini informasi beberapa wisata pendidikan di bandung yang biasa dikunjungi:

Gedung Merdeka
Gedung Merdeka yang terletak di Jalan Asia Afrika Nomor 65 Bandung, Di dalam gedung ini terdapat ruang pameran tetap yang memamerkan sejumlah koleksi berupa benda-benda tiga dimensi dan foto-foto dokumenter peristiwa Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika Tahun 1955.
Museum ini terbuka untuk umum dan juga korps diplomatik dan organisasi-organisasi internasional untuk mengadakan seminar, diskusi, workshop, pameran dan kegiatan lainnya. (sumber: asianafrican-museum.org)
Boscha
Bosscha adalah sebuah Lembaga Penelitian dengan program-program spesifik. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, observatorium ini merupakan pusat penelitian dan pengembangan ilmu astronomi di Indonesia. Sebagai bagian dari  Fakultas MIPA - ITB, Observatorium Bosscha memberikan layanan bagi pendidikan sarjana dan pascasarjana di ITB, khususnya bagi Program Studi Astronomi, FMIPA - ITB. Penelitian yang bersifat multidisiplin juga dilakukan di lembaga ini, misalnya di bidang optika, teknik instrumentasi dan kontrol, pengolahan data digital, dan lain-lain. Berdiri tahun 1923, Observatorium Bosscha bukan hanya observatorium tertua di Indonesia, tapi juga masih satu-satunya obervatorium besar di Indonesia.
Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian astronomi moderen yang pertama di Indonesia. Observatorium ini dikelola oleh Institut Teknologi Bandung dan mengemban tugas sebagai fasilitator dari penelitian dan pengembangan astronomi di Indonesia, mendukung pendidikan sarjana dan pascasarjana astronomi di ITB, serta memiliki kegiatan pengabdian pada masyarakat.
Observatorium Bosscha juga mempunyai peran yang unik sebagai satu-satunya observatorium besar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara sampai sejauh ini. Peran ini diterima dengan penuh tanggung-jawab: sebagai penegak ilmu astronomi di Indonesia.
Dalam program pengabdian masyarakat, melalui ceramah, diskusi dan kunjungan terpandu ke fasilitas teropong untuk melihat objek-objek langit, masyarakat diperkenalkan pada keindahan sekaligus deskripsi ilmiah alam raya. Dengan ini Observatorium Bosscha berperan sebagai lembaga ilmiah yang bukan hanya menjadi tempat berpikir dan bekerja para astronom profesional, tetapi juga merupakan tempat bagi masyarakat untuk mengenal dan menghargai sains. Dalam terminologi ekonomi modern, Observatorium Bosscha berperan sebagai public good.
Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.
Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan pemerintah. Museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Buka setiap hari kecuali jumat dan libur nasional.

Sabuga
Sabuga mempunyai Dome Theatre dan Science Gallery yang berada di lantai 4. Dome Theatre dan Science Galllery ini memcoba menghadirkan suatu bentuk kegiatan pendidikan yang dilakukan secara bermain dan bersenang-senang (FUN EDUTAINMENT). Fasilitas ini dikelola sebagai suatu kesatuan Wisata Teknologi Jawa Barat.
Dome Theatre tempat pemutaran film 3D yang bersifat edukasi dengan layar yang berbentuk kubah dan merupakan satu-satunya di Indonesia. Dukungan penataan suara yang prima akan menjadikan susana menjadi lebih nyata dan lebih mendebarkan.
Scence Gallery, terdapat berbagai alat-alat peraga ilmu pengetahuan dan teknologi dimana kejadian-kejadian alam dapat dijelaskan melalui alat peraga ini, terutama melalui pendekatan Ilmu Pengatahuan Fisika dan Kimia. Para pengunjung dapat mengadakan interaksi secara langsung terhadap alat-alat dalam hal merasa, melihat, dan mendengarkan (feeling, seeing, and hearing) dengan bantuan serta arahan para pemandu. Dismaping itu, disediakan materi-materi berbasis kompetensi seperti yang diajarkan di sekolah.

KIDS SMART

A Fun Learning Computer, media teknologi yang berwawasan pendidikan dengan menghadirkan program pendidikan yang berbeda serta dirancang khusus untuk anak usia 3 sampai dengan 7u tahun. The Young Explores TM, merupakan solusi komputer all-in-one yang mampu mengembangkan pemikiran anak usia dini dan membantu mereka dalam mempersiapkan proses pembelajaran di masa depan. Melalui alat ini, anak-anak bida mendapatkan suatu pengalaman dalam mengasah kemampuan baik dalam melatih pendengaran maupun sambil bermain. Kidsmart, TryScience, dan Eternal Egypt merupakan alat peraga bantuan dari IBM Indonesia untuk Sabuga. 




 Saung Angklung Udjo
Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan tempat pertunjukan terpadu yang terdiri dari :
tempat pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan alat instrumen bambu. Hal tersebutlah yang menjadikan SAU sebagai pusat pendidikan dan penelitian angklung - seni dan kebudayaan sunda.
SAU berdiri pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena beserta istrinya tercinta, Uum Sumiati. Dengan kemauan dan dedikasi yang kuat untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya tradisional sunda.
SAU mengilustrasikan alam dan budaya dalam keharmonisan, tidak mengherankan SAU menjadi tujuan destinasi wisata kebudayaan sunda sebagai warisan cagar budaya dunia.
Terletak di wilayah Bandung Timur, SAU merupakan tempat sempurna untuk menikmati kesegaran udara dan keindahan dari hasil kerajinan bambu dan suara musik dari instrumen bambu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar